Minggu, 10 Juni 2012
Pertemuan Sarjana Membangun Desa (SMD) Propinsi Jawa Barat
Ir. Albert Tangkawarouw, MM, Kasubdit Kelembagaan Usaha Peternakan dari Direktorat Budidaya Ternak Ditjennakkeswan, menyampaikan bahwa secara nasional hasil penilaian tahun 2011, keberhasilan SMD di Jawa Barat berada pada urutan ke 4 setelah NTB, Jawa Timur dan DIY. Terkait dengan kontribusi program SMD terhadap PSDSK 2014, Ir. Albert mengatakan bahwa kontribusinya masih belum signifikan, sehingga ada wacana bahwa pada tahun 2013 program SMD akan dimoratorium. Terkait dengan kelembagaan, keberadaan dan peran Asosiasi SMD diharapkan lebih mampu menunjukan eksistensi dan keberhasilan program SMD. Asosiasi juga dapat menjadi mitra untuk senantiasa berkoordinasi dengan Dinas/Instansi terkait.
Menurut Budi Susilo (SMD Tahun 2009, Komoditas Sapi Potong Kelompok Mitra Maju Kabupaten Bogor), keberhasilan usaha kelompok SMD tidak terlepas dari kemampuan Sarjana terkait dalam perannya sebagai manajer usaha. Sarjana Membangun Desa harus memiliki kemampuan manajerial terkait dengan sistem keberlanjutan usaha, tata cara berproduksi, standarisasi harga dan jaringan pasar. Sementara itu, Nengsih Kumala Sari (SMD Tahun 2010, Komoditas Kelinci Kelompok Bina Tani Kabupaten Bogor), menyoroti pada aspek diversivikasi produk dan kebersamaan usaha. “Terutama untuk komoditas kelinci yang secara nasional belum menjadi komoditas unggulan, maka untuk bisa survive dan diakui perlu perjuangan yang berat” katanya. Nengsih Kumala Sari telah melakukan pengolahan daging kelinci dalam bentuk Nugget, Sosis, Baso dan Tahun serta membentuk Koperasi Peternak Kelinci sebagai wadah integrasi usahanya.
Pertemuan Sarjana Membangun Desa Propinsi Jawa Barat, juga menghadirkan pembicara dari P3UKM Bank Indonesia Kantor Bandung. Billy dari P3UKM memberikan arahan tentang bagaimana kelompok-kelompok usaha dapat mengakses perbankan untuk pengembangan kapasitas usaha (permodalan). Pembicara dari Asosiasi Chef Indonesia menekankan pada pentingnya kreativitas dalam mengolah hasil peternakan menjadi produk yang berdaya saing. “sampai kapan pun produk peternakan akan senantiasa dibutuhkan masyarakat, karena terkait dengan kebutuhan perut, namun perlu dikembangkan kreativitas dan diversifikasinya supaya produk pangan hasil ternak cocok dengan minat dan kebutuhan masyarakat tersebut”, demikian di tegaskan Weddy.
Agenda lain yang lebih penting dari Pertemuan SMD Jawa Barat ini adalah konsolidasi dan pembentukan Asosiasi Sarjana Membangun Desa Propinsi Jawa Barat. Melalui pertemuan khusus dan intensif yang melibatkan perwakilan-perwakilan dari 4 wilayah se Jawa Barat (Wilayah Bogor, Priangan, Purwasuka, dan Cirebon), maka secara musyawarah mufakat terbantuklah Asosiasi Sarjana Membangun Desa di tingkat Propinsi Jawa Barat di beri nama Asosiasi Sarjana Membangun Desa Propinsi Jawa Barat (ASMD JABAR). Pembentukan ASMD JABAR diarahkan sebagai wadah bersama SMD, untuk (1) Koordinasi kelembagaan yang didasarkan pada basis wilayah dengan mengangkat dan menetapkan Para Ketua Wilayah sebagai Pengurus ASMD JABAR, untuk posisi Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. (2). Koordinasi produksi dan pemasaran yang didasarkan pada basis komoditas dengan mengangkat dan menetapkan Pengurus sebagai Koordinator Komoditas, untuk komoditas sapi potong, sapi perah, kerbau, kambing/domba, unggal lokal dan kelinci. Pengurus ASMD JABAR, Koordinator Komoditas dan Pengurus Wilayah, akan melaksanakan agenda konsolidasi untuk menyusun dan menetapkan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga dan Program Kerja ASMD JABAR sekaligus dikukuhkan pada Agenda Pesta Patok 2012 di Pangandaran pada tanggal 12-13 Juni 2012.
Susunan Pengurus ASMD JABAR adalah sebagai berikut :
- Ketua : Wahyu Darsono
- Wakil Ketua : Bonny Irvan Faisal
- Sekretaris : Oky Apriyadi
- Bendahara : Maptuhul Ilahi
- Koordinator Komoditas Sapi Potong : Maman Diana
- Koordinator Komoditas Sapi Perah : Lian Kusnadi
- Koordinator Komoditas Kambing/Domba : Ajat Sudrajat
- Koordinator Komoditas Kerbau : Burhanuddin
- Koordinator Komoditas Unggas Lokal : Yayat Supriyatna
- Koordinator Komoditas Kelinci : Nengsih Kumala Sari



































